
Tausiah Ramadhan: Kisah Pengusaha Muda yang Terpuruk Karena Riba dan Bangkit Kembali Tanpa Riba
Pangkalan Kerinci, Senin 16 Maret 2026
Dalam rangka mengisi kegiatan pembinaan rohani selama Bulan Suci Ramadhan, keluarga besar Pengadilan Agama Pangkalan Kerinci kembali mengikuti tausiah Ramadhan yang dilaksanakan setelah shalat Zuhur berjamaah.

Pada tausiah tersebut Fajri Nasrel Yasin Kasubbag PTIP PA Pangkalan Kerinci menyampaikan sebuah kisah inspiratif tentang seorang pengusaha muda yang pernah meraih kesuksesan besar, namun kemudian mengalami keterpurukan akibat praktik riba dalam menjalankan usahanya. Pada awalnya usaha yang dijalankan berkembang pesat karena dukungan modal dari pinjaman berbunga. Namun seiring waktu, beban bunga yang semakin besar membuat usahanya mengalami kesulitan keuangan hingga akhirnya mengalami kebangkrutan.

Kondisi tersebut menjadi titik balik bagi pengusaha muda tersebut untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki cara berbisnisnya. Ia kemudian menyadari bahwa riba tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga membawa dampak negatif dalam kehidupan spiritual dan ketenangan hati.
Dengan tekad kuat, ia memulai kembali usahanya secara perlahan dengan menghindari riba dan menerapkan prinsip-prinsip usaha yang halal, seperti kerja sama berbasis bagi hasil, kejujuran dalam berdagang, serta menjaga amanah dalam setiap transaksi.

Seiring berjalannya waktu, usaha yang dibangun dengan prinsip halal dan penuh keberkahan tersebut kembali berkembang. Bahkan ia merasakan ketenangan hati dan keberkahan dalam usahanya yang sebelumnya tidak ia rasakan ketika menggunakan sistem riba.
Melalui kisah tersebut, penceramah mengajak seluruh aparatur untuk mengambil hikmah bahwa keberhasilan sejati tidak hanya diukur dari besarnya keuntungan, tetapi juga dari keberkahan dan ketenangan hidup yang diperoleh melalui usaha yang halal.
Kegiatan tausiah berlangsung dengan khusyuk dan penuh perhatian. Diharapkan melalui tausiah ini, seluruh aparatur PA Pangkalan Kerinci dapat semakin meningkatkan kesadaran untuk menjauhi praktik riba, memperkuat nilai kejujuran, serta menjalankan kehidupan yang lebih baik sesuai dengan ajaran Islam, terutama di bulan Ramadhan yang penuh berkah.(Erman_PA.Pkc)





